Infotainment makin kreatif
Poin-poin penting yang patut diperhatikan dalam menonton tayangan infotainment:
1.
Entah karena kurang PD atau kurang berpengalaman dalam mengintimidasi “selebritis”, “wartawan infotainment” mencari “berita” dengan cara bergerombol. Akibatnya dalam sehari di beberapa tayangan infotainment, beritanya seragam, artisnya seragam dan sudut pengambilan gambar juga seragam.
2.
Kalaupun kebetulan sang “wartawan infotainment” tidak mencari berita dengan cara bergerombol, tetapi beberapa infotainment berada dalam satu production house yang sama, maka dapat dipastikan berita tetap seragam, artis tetap seragam dan sudut pengambilan gambar juga seragam.
3.
Ada beberapa production house yang “agak” kreatif. Untuk menghindari kesan seragam (meskipun dalam satu hari berita yang ditayangkan itu-itu saja), maka akan ada editing di sana sini. Chroping atas dikit, potong bawah dikit, kiri kanan dipangkas, tambahin frame… jadilah gambar yang sesungguhnya akan terlihat mini, kecil, mungil, se-upil.
4.
Dalam mengakali materi gambar yang terbatas agar cukup untuk tayangan berdurasi 1 jam, maka akan terlihat efek-efek “dramatis”. Karena kejar tayang dan kamera yang digunakan adalah kamera jenis automatic, maka efek yang dipakai hanya terbatas pada gambar yang terlihat shake, BW, zoom in, zoom out, fade in, fade out dan cut mix. Dalam sekali tayang hanya ada 2-3 materi berita saja, tetapi karena efek-efek tadi diulang terus-menerus, diharapkan akan timbul kesan bahwa materi berita dinamis dan beragam.
5.
keterbatasan juga berlaku pada script. Dengan materi berita yang terbatas, dibutuhkan seorang script writer handal yang mampu memanjangkan kalimat dan jenius dalam membuat anak kalimat, cucu kalimat, cicit kalimat dan lain sebagainya. Contoh berita: Artis sinetron Item Saritem digigit anjing. Karena kepiawaian sang script writer, maka berita yang akan kita dengar adalah: Ada kabar buruk yang menimpa artis sinetron Item Saritem. Item Saritem yang kita kenal sebagai artis serba bisa tertimpa bencana yang menggegerkan dunia pertelevisian Indonesia. Bencana ini sebelumnya tidak pernah dialami oleh Item Saritem. Keluarga dan sanak saudara Item Sritem sangat terkejut mendengar kabar buruk tersebut. Pada malam rabu suro bertempat dikediaman pacarnya, Item Saritem terlihat sedang tergesa-gesa menuju mobil VW Combi tahun `77-nya. Menurut saksi mata yang sempat kami wawancarai, yaitu Mbok Sukiyem, pembantu rumah tangga tetangga sebelah rumah pacar Item Saritem, mengatakan bahwa pada saat Item Saritem sedang bergegas menuju pintu mobilnya, tiba-tiba saja anjing putih jenis Chihuhua milik sang pacar berlari dari arah rumah menuju Item Saritem dan kemudian menerjang serta menerkam kaki kiri Item Saritem. Kontan saja Item Saritem berteriak-teriak meminta tolong sebelum kemudian roboh dan jatuh seketika itu juga. Karena kaget dan terkejut, pacar Item Saritem yang telah membina hubungan dengan Item Saritem selama kurang lebih 1 minggu, langsung meneriaki anjing kesayangannya dan melemparnya dengan asbak yang berada di atas meja depan beranda. Kemudian dengan wajah cemas dan khawatir, pacar Item Saritem yang bertempat tinggal di kawasan sungai Ciliwung itu, membopong Item Saritem ke dalam rumah. Sampai berita ini diturunkan, Item Saritem masih berada di dalam rumah pacarnya. Apakah hubungan percintaan Item Saritem akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius? Atau akan berakhir tragis seperti yang telah dialami oleh rekan-rekan artis lainnya? Kita tunggu saja kelanjutannya dan semoga saja Item Saritem cepat sembuh dan diberikan kekuatan dalam mengatasi rasa sakit akibat gigitan anjing tersebut.
6.
Peran seorang host infotainment sangat dibutuhkan untuk mengulur waktu. Karena keterbatasan biaya, maka dalam beberapa tayangan infotainment hanya akan ditemui pembawa acara tunggal. Antara satu infotainment dengan infotainment lainnya dengan satu orang host terlihat seragam dalam membawakan acara. Intonasi, fast speed, bahasa tubuh, serta senyum palsu yang seragam, mengisyaratkan seolah-olah sudah ada pakem dan kamus tertentu yang harus dipatuhi sehingga para host tidak dapat keluar jalur. Saking hebatnya menemukan cara baru yang “kreatif” dan “inovatif” dalam membawakan acara infotainment, beberapa pembawa acara berita kriminal dan pembaca berita kini telah mengikuti jejak para host infotainment dalam membacakan berita.
7.
Kalaupun ada lebih dari satu orang host, maka untuk mengulur waktu mereka akan saling bergosip, saling bercanda, saling mendoakan dan saling saling saling lainnya.
8.
Penguluran waktu juga terjadi di awal acara. Sebelum berita ditayangkan, akan ada pembaca narasi yang membacakan daftar berita bersamaan dengan pengambilan gambar dengan efek-efek “dramatis”. Karena keterbatasan materi juga terjadi pada pembacaan narasi, maka sebelumnya kata-kata sang artis akan disampaikan terlebih dahulu oleh si pembaca narasi dengan kalimat sinonim bersamaan dengan (lagi-lagi) pengambilan gambar dengan efek-efek “dramatis” yang terbatas. Baru kemudian ditayangkan komentar artis yang keluar dari mulutnya sendiri.
KESIMPULAN:
Jika suatu tayangan infotainment dibuat se-efektif dan se-efisien mungkin dan tidak ada iklan sama sekali, maka kita hanya akan menonton infotainment hanya dalam kurun waktu 1-3 menit saja. Bravo!!!